UMRAH BISA NEWS – Pemerintah memastikan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M tetap berjalan sesuai rencana meski situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah masih bergejolak.
Hingga saat ini, belum terdapat perubahan jadwal keberangkatan jemaah haji Indonesia ke Arab Saudi. Pemerintah juga terus memantau perkembangan situasi dengan mengacu pada pelaksanaan umrah yang masih berlangsung normal.
Kepala Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah, Hasan Afandi, menyatakan bahwa jadwal haji masih sesuai dengan rencana awal yang telah ditetapkan.
Ia menambahkan, koordinasi intensif terus dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perhubungan, guna memastikan perjalanan jemaah tetap aman dan lancar.
Dari sisi transportasi, pemerintah menilai penerbangan langsung (direct flight) yang digunakan jemaah haji reguler relatif aman karena tidak melalui wilayah transit yang berpotensi terdampak konflik.
Sementara itu, perhatian lebih diberikan pada jemaah haji khusus yang menggunakan penerbangan transit, mengingat adanya potensi risiko pada jalur tertentu.
Pada tahun ini, Indonesia mendapatkan kuota haji sebanyak 221.000 jemaah, yang terdiri dari 203.320 jemaah reguler dan 17.680 jemaah haji khusus.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah juga telah menyiapkan tiga skenario. Pertama, haji tetap dilaksanakan dengan penyesuaian rute penerbangan. Kedua, layanan tetap dibuka namun Indonesia menunda keberangkatan jemaah. Ketiga, jika Arab Saudi menutup layanan secara total, maka keberangkatan jemaah akan dibatalkan.
Langkah-langkah ini disiapkan sebagai bentuk mitigasi untuk memastikan keselamatan jemaah tetap menjadi prioritas utama di tengah situasi global yang dinamis.
