UMRAH BISA NEWS — Persiapan ibadah haji tidak hanya soal fisik dan mental, tetapi juga menyangkut barang bawaan. Jemaah perlu memahami aturan bagasi pesawat agar perjalanan menuju Tanah Suci berjalan lancar tanpa kendala di bandara.
Secara umum, jemaah diperbolehkan membawa koper bagasi dengan berat maksimal 32 kilogram, koper kabin 7 kilogram, serta tas tambahan seperti tas Armuzna dan tas selempang untuk dokumen penting. Penerbangan jemaah haji Indonesia dilayani oleh maskapai Saudia Airlines dan Garuda Indonesia, sehingga seluruh aturan keselamatan wajib dipatuhi.
Dalam ketentuan penerbangan, terdapat sejumlah barang berbahaya yang dilarang dibawa, baik di bagasi maupun kabin. Di antaranya bahan peledak, gas bertekanan, cairan mudah terbakar, benda yang mudah memicu api, zat kimia beracun, hingga material radioaktif. Selain itu, alat kejut listrik, semprotan bela diri, serta kendaraan kecil berbaterai seperti hoverboard juga tidak diperkenankan.
Khusus untuk koper bagasi, jemaah tidak diperbolehkan membawa uang tunai, power bank, korek api, bahan kimia berbahaya, serta rokok dalam jumlah berlebihan. Air zamzam juga tidak boleh dimasukkan ke dalam koper karena akan dibagikan secara resmi setibanya di Tanah Air.
Sementara itu, aturan tas kabin juga cukup ketat. Benda tajam seperti pisau, gunting, dan cutter dilarang dibawa, begitu juga dengan senjata api, benda tumpul berbahaya, serta cairan dengan volume lebih dari 100 mililiter. Produk makanan segar seperti daging dan susu juga tidak diperkenankan.
Meski demikian, rokok elektronik masih diperbolehkan dibawa ke dalam kabin, namun tidak boleh digunakan selama penerbangan. Adapun power bank tetap diperbolehkan dengan batasan kapasitas sesuai aturan maskapai.
Berdasarkan Rencana Perjalanan Haji 1447 H/2026 M, jemaah mulai masuk asrama pada 21 April 2026 dan diberangkatkan secara bertahap mulai 22 April 2026. Puncak haji diperkirakan berlangsung pada akhir Mei, dengan wukuf di Arafah jatuh pada 26 Mei 2026.
Dengan memahami ketentuan ini, jemaah diharapkan dapat mempersiapkan perjalanan secara lebih baik dan menghindari kendala selama proses keberangkatan, sehingga ibadah haji dapat berjalan aman dan nyaman.
