UMRAH BISA NEWS – Di saat biaya umrah pada musim Ramadan dikenal melonjak tajam, Umrah BISA justru mengambil langkah berbeda. Melalui program khusus, perusahaan ini memberangkatkan para agen mitranya ke Tanah Suci dengan harga sekitar Rp15 juta—sebuah angka yang dinilai jauh di bawah harga pasar.
Program ini bukan ditujukan untuk umum, melainkan sebagai bentuk apresiasi kepada para agen yang selama ini menjadi bagian penting dalam jaringan pemasaran Umrah BISA.
Salah satu agen yang merasakan langsung program tersebut adalah Andy Hidayat. Ia mengaku sempat tidak percaya ketika pertama kali menerima informasi mengenai harga yang ditawarkan, terlebih karena keberangkatan dilakukan pada bulan Ramadan.
“Ramadan itu biasanya mahal sekali. Tiket pesawat saja bisa belasan juta. Jadi ketika ada program Rp15 juta untuk umrah, itu benar-benar di luar nalar buat saya,” ujarnya.
Menurut Andy, pada musim puncak seperti Ramadan, hampir seluruh komponen biaya perjalanan mengalami kenaikan, mulai dari tiket penerbangan, hotel, hingga konsumsi. Karena itu, ia menilai program ini sebagai sesuatu yang sangat jarang terjadi di industri umrah.
Program tersebut ditawarkan langsung oleh Direktur Umrah BISA, Khairul Umam, yang akrab disapa Encang. Tanpa ragu, Andi langsung memutuskan untuk ikut dalam keberangkatan tersebut.
“Kalau sudah tahu kondisi Ramadan seperti itu, ya saya langsung ikut. Tidak mungkin dilewatkan,” katanya.
Tak hanya soal harga, Andy juga menyoroti pelayanan yang ia terima selama perjalanan. Ia menyebut fasilitas yang diberikan kepada para agen tidak berbeda dengan paket umrah pada umumnya, bahkan dalam beberapa aspek terasa lebih dari cukup.
“Masya Allah, makanannya berlimpah. Baru selesai makan, sudah disiapkan lagi untuk sahur atau buka. Kadang malah jadi dobel-dobel,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kualitas akomodasi yang dinilai nyaman dan tidak mengecewakan. Secara keseluruhan, menurutnya, program tersebut tetap menjaga standar layanan meski ditawarkan dengan harga yang sangat kompetitif.
“Hotel bagus, pelayanan juga maksimal. Jadi memang sesuai, bahkan lebih dari yang saya bayangkan dengan harga segitu,” katanya.
Bagi Andy, program ini menunjukkan keseriusan Umrah Bisa dalam menjaga hubungan dengan para agen. Ia menilai, langkah tersebut bukan hanya sekadar strategi bisnis, tetapi juga bentuk penghargaan yang nyata.
Pengalaman tersebut juga memperkuat kepercayaannya terhadap Umrah BISA. Ia mengaku telah beberapa kali mengikuti program umrah bersama penyelenggara tersebut dan merasa yakin dengan komitmen yang diberikan.
“Saya sudah ikut beberapa kali. Jadi kalau ada yang ragu, saya bisa bilang ini bukan sekadar janji, tapi sudah saya buktikan sendiri,” ujarnya.
Selain menjadi agen, Andy juga kerap memberikan pengalaman tambahan bagi jemaah yang ia bawa, salah satunya dengan memperkenalkan sensasi minum kopi menggunakan air zamzam.
“Jemaah biasanya saya ajak merasakan ngopi pakai air zamzam. Rasanya memang berbeda,” katanya.
Sementara itu, Encang Irul menambahkan, bahwa program ini diharapkan bisa dimanfaatkan para agen untuk memaksilamkan ibadah Ramadan di Tanah Suci, yang keutamaanya seperti melaksanakan haji bersama Rasulullah SAW.
“Kami ingin para agen merasakan nikmat ibadah dan semoga juga bisa semakin memacu mereka agar kedepan lebih bersemangat mengajak masyarakat untuk berumrah melalui Umrah BISA,” paparnya.
Sinergi yang kuat antara Umrah BISA dan agen akan berdampak langsung pada kualitas layanan umrah secara keseluruhan.
