UMRAH BISA NEWS – Di tengah bentang wilayah Al-Jumum, sekitar 260 meter dari jalur utama Makkah–Madinah, berdiri sebuah masjid yang menyimpan jejak penting sejarah Islam: Masjid Al-Fath.
Sejumlah riwayat menyebutkan, di lokasi inilah Nabi Muhammad SAW menunaikan salat pada tahun Fathu Makkah—peristiwa monumental yang menandai kembalinya Kota Suci ke pangkuan Islam tanpa pertumpahan darah besar.
Nilai historis masjid ini bukan sekadar narasi lisan. Selama berabad-abad, tempat ini dihormati sebagai salah satu titik persinggahan bersejarah di sekitar Makkah. Namun perjalanan waktu tak selalu ramah. Masjid Al-Fath pernah mengalami masa-masa terbengkalai dan kerusakan, sebelum beberapa kali dibangun ulang oleh masyarakat dan otoritas setempat.
Catatan menunjukkan pembangunan kembali dilakukan pada 1398 H (1978 M). Dua dekade kemudian, pada 1419 H (1998 M), masjid ini kembali dipugar dan diperluas, termasuk penambahan area salat perempuan serta fasilitas penunjang. Meski demikian, kebutuhan pelestarian yang lebih menyeluruh tetap menjadi perhatian, mengingat statusnya sebagai situs bernilai sejarah tinggi.
Kini, babak baru dimulai. Prince Mohammed bin Salman Project for Developing Historic Mosques resmi memasukkan Masjid Al-Fath dalam fase kedua program revitalisasi masjid bersejarah di seluruh Kerajaan.
Renovasi ini tidak sekadar memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga mengembalikan ruh arsitektur khas Hijaz. Material alami seperti batu bata, batu basal, gipsum, dan kayu akan digunakan, menghadirkan kembali identitas lokal yang autentik. Elemen tradisional seperti rawashin dan mashrabiyah—jendela serta balkon kayu berukir yang menjadi ciri arsitektur wilayah barat—akan memperkuat karakter historisnya.
Secara struktural, luas masjid akan bertambah dari 455,77 meter persegi menjadi 553,5 meter persegi, sementara kapasitas jamaah meningkat dari 218 menjadi 333 orang. Perluasan ini diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan ibadah masyarakat setempat sekaligus para peziarah yang datang menelusuri jejak sejarah.
Masjid Al-Fath menjadi satu dari 30 masjid di 13 wilayah Arab Saudi yang masuk dalam fase kedua proyek ini. Secara keseluruhan, hampir 60 masjid telah direnovasi dalam dua tahap pelaksanaan, dengan melibatkan perusahaan dan insinyur Saudi yang berpengalaman dalam konservasi bangunan warisan.
Langkah ini juga sejalan dengan visi besar Saudi Vision 2030 yang menempatkan pelestarian identitas budaya dan sejarah sebagai bagian dari transformasi nasional.
Dengan revitalisasi ini, Masjid Al-Fath bukan hanya dipulihkan secara fisik, tetapi juga ditegaskan kembali sebagai saksi bisu perjalanan panjang sejarah Islam di tanah Makkah.
