UMRAH BISA NEWS – Memulai sesuatu yang benar-benar baru bukan perkara mudah. Apalagi jika bidang tersebut sama sekali bukan latar belakang yang pernah digeluti sebelumnya.
Namun bagi Uswatun Nisa, keputusan bergabung sebagai Agent Umrah BISA pada akhir Desember 2024 justru menjadi titik balik dalam perjalanan kariernya.
Tanpa pengalaman di dunia travel, kini ia mampu menerima komisi hingga puluhan juta rupiah per bulan.
Berawal Tanpa Basic Travel
Sebelum bergabung dengan Umrah BISA, Nisa telah delapan tahun berkiprah sebagai agen properti syariah. Dunia marketing bukan hal asing baginya, tetapi industri travel umrah adalah medan yang sama sekali baru.
“Saya benar-benar mulai dari nol. Nggak punya basic travel,” ujarnya.
Keputusan bergabung dilandasi rasa ingin mencoba peluang baru. Namun yang membuatnya bertahan adalah sistem pembinaan dan pendampingan yang ia rasakan sejak awal.
Menurutnya, manajemen memberikan penjelasan yang detail dan sabar, sehingga agen baru dapat memahami alur produk, mekanisme keberangkatan, hingga strategi pemasaran.
Fokus Pahami Produk
Bagi Nisa, kunci awal keberhasilan bukan langsung menjual, melainkan memahami produk secara menyeluruh.
Ia mempelajari detail paket, fasilitas hotel, jadwal perjalanan, hingga skema pembayaran. Dengan penguasaan tersebut, ia merasa lebih percaya diri saat berinteraksi dengan calon jamaah.
“Kalau kita paham produknya, kita tidak sekadar jualan, tapi bisa menjelaskan dengan baik,” katanya.
Pendekatan ini membuat komunikasi dengan calon jamaah terasa seperti konsultasi, bukan promosi semata.
Bangun dari Media Sosial
Tanpa database jamaah dan tanpa jaringan awal, Nisa membangun pasar melalui media sosial, khususnya Instagram dan Facebook.
Selama enam bulan pertama, ia fokus pada konten organik: edukasi tentang umrah, pengenalan brand Umrah BISA, hingga membangun interaksi dengan audiens.
Setelah fondasi terbentuk, ia mulai memanfaatkan iklan digital. Salah satu kampanyenya bahkan menjangkau sekitar 15 ribu penonton dan menghasilkan lebih dari 50 jamaah untuk program i’tikaf.
Strateginya sederhana: membangun kepercayaan secara konsisten.
Disiplin Target dan Respons Cepat
Dalam kesehariannya, Nisa menerapkan disiplin target pribadi. Ia menetapkan capaian jamaah setiap pekan sebagai pemicu semangat.
Selain itu, respons cepat kepada calon jamaah menjadi prinsip yang ia pegang. Menurutnya, kecepatan dan kejelasan informasi sangat menentukan tingkat kepercayaan.
Ia juga selalu mengakhiri penjelasan dengan pertanyaan, agar komunikasi tetap interaktif dan calon jamaah merasa diperhatikan.
Lebih dari Sekadar Komisi
Meski kini menerima komisi puluhan juta rupiah per bulan, Nisa menilai bahwa yang terpenting bukan semata angka.
Baginya, peran sebagai Agent Umrah BISA adalah kesempatan untuk membantu orang lain menuju Baitullah dengan aman dan sesuai tuntunan.
Perjalanan Uswatun Nisa menunjukkan bahwa latar belakang bukanlah penghalang untuk sukses di industri umrah. Dengan sistem yang tepat, kemauan belajar, dan konsistensi, peluang terbuka bagi siapa saja.
